Pesona Menu Khas Yordania di Iftar Mewah Jakarta
www.longbranchcafeandbakery.com – Ramadan selalu menghadirkan momen berbuka puasa penuh makna, tetapi tahun ini suasananya terasa berbeda di jantung kawasan bisnis Jakarta. The Ritz-Carlton Mega Kuningan menghadirkan pengalaman kuliner khas Timur Tengah melalui menu khas Yordania yang disusun khusus untuk Ramadan 2026. Bukan sekadar buffet bertema Arab, melainkan kurasi rasa yang menggambarkan kultur, tradisi, serta keramahan khas Timur Tengah, langsung dibawa ke meja para tamu.
Bagi pencinta gastronomi, kesempatan ini bukan hanya soal mencicipi hidangan baru. Menu khas Yordania menjadi pintu masuk memahami bagaimana sebuah bangsa merayakan kebersamaan, menghormati tamu, serta memaknai puasa. Sebagai pengamat kuliner, saya melihat konsep ini sebagai jembatan antara kemewahan hotel bintang lima dengan kehangatan rumah khas Levant, sehingga pengalaman iftar terasa pribadi, intim, namun tetap elegan.
Begitu memasuki area restoran The Ritz-Carlton Mega Kuningan, nuansa Amman terasa melalui dekorasi lembut, warna pasir gurun, serta cahaya temaram yang menenangkan. Bukan sekadar ornamen, suasana ini sengaja dibangun agar tamu dapat merasakan seolah berbuka puasa di rumah keluarga Yordania. Menu khas Yordania pun disajikan selaras atmosfer tersebut, sehingga setiap sudut ruang menyatu dengan sajian di meja.
Penataan buffet menonjolkan hidangan utama terlebih dahulu, bukan dessert, mencerminkan kebiasaan iftar di banyak rumah Yordania. Kurma kualitas premium hadir sebagai pembuka, diikuti sup hangat dan berbagai meze. Menurut saya, pendekatan ini membuat tamu tidak hanya terpukau oleh tampilan, tetapi juga diajak mengikuti urutan makan yang biasanya ditemui di Timur Tengah, terutama ketika menyantap menu khas Yordania.
Hotel ini tidak hanya memindahkan resep dari Yordania ke Jakarta, melainkan melakukan adaptasi cerdas pada bahan segar lokal tanpa mengorbankan karakter rasa. Para chef terlihat menonjolkan bumbu tradisional seperti za’atar, sumac, serta tahini, sekaligus menyeimbangkan selera lidah Indonesia. Hasilnya, menu khas Yordania tetap autentik namun tetap ramah bagi tamu yang baru pertama kali mengenal kuliner Levant.
Pusat perhatian tentu jatuh pada mansaf, ikon menu khas Yordania yang sering disebut sebagai hidangan kebanggaan nasional. Nasi lembut aromatik tersaji bersama potongan domba empuk, disiram saus yoghurt kering jameed yang menghadirkan cita rasa gurih, asam, sekaligus creamy. Di Jakarta, mansaf mungkin terdengar eksotis, tetapi di Ritz-Carlton Mega Kuningan ia terasa bersahabat berkat pengolahan daging yang lembut dan bumbu seimbang.
Selain mansaf, meja meze menghadirkan humus, mutabbal, tabbouleh, fattoush, juga labneh dengan minyak zaitun. Menu khas Yordania semacam ini mengedepankan kesegaran sayur, biji-bijian, serta minyak zaitun berkualitas. Dari sudut pandang kesehatan, kombinasi protein nabati, serat, dan lemak baik ini menjadikan iftar tidak terlalu berat. Saya melihat langkah tersebut sebagai bentuk edukasi kuliner, bahwa berbuka tidak harus berlebihan minyak, gula, serta tepung.
Bagian yang tidak kalah menarik hadir melalui pilihan kudapan panggang seperti kofta, kebab, serta roti pita hangat. Aroma daging panggang bercampur rempah khas Levant mengundang selera sejak jauh sebelum tamu duduk. Menu khas Yordania di sini memperlihatkan keseimbangan antara rempah kuat dan rasa daging alami. Hal tersebut memperkuat karakter kuliner Timur Tengah yang tegas namun tetap halus di lidah.
Ritual berbuka puasa terasa lengkap ketika tiba saat dessert, terutama deretan manisan khas Levant yang turut merepresentasikan menu khas Yordania. Baklava isi kacang pistachio, knafeh dengan lapisan keju lembut, hingga puding susu beraroma air mawar hadir berdampingan. Saya melihat pilihan manis ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan cerita tentang bagaimana masyarakat Yordania merayakan kebersamaan melalui gula, kacang, serta adonan filo renyah. Pada akhirnya, pengalaman berbuka puasa di The Ritz-Carlton Mega Kuningan bukan sekadar sesi makan malam, melainkan perjalanan singkat melintasi budaya, rasa, dan nilai keramahan Timur Tengah yang patut dikenang.
www.longbranchcafeandbakery.com – Menjelang azan magrib, tubuh mulai lelah setelah seharian berpuasa. Saat itulah momen menu…
www.longbranchcafeandbakery.com – Setelah sehari penuh berpuasa, tubuh membutuhkan asupan lembut, mudah dicerna, namun tetap memuaskan.…
www.longbranchcafeandbakery.com – Begitu memasuki bulan puasa, banyak penderita GERD mulai waswas. Bukan soal kuat menahan…
www.longbranchcafeandbakery.com – Ramadan di hotel kini bukan sekadar soal kamar nyaman serta hidangan melimpah. Di…
www.longbranchcafeandbakery.com – Cara membuat biji salak sering terdengar sepele, padahal banyak orang mengeluh teksturnya keras…
www.longbranchcafeandbakery.com – Menyiapkan menu sahur anak kos sering terasa rumit. Apalagi saat kantong tipis, dapur…