"alt_text": "Menu iftar mewah dengan hidangan Mediterania di restoran rooftop Jakarta."
24, Feb 2026
Iftar Mediterania Mewah di Langit Jakarta

www.longbranchcafeandbakery.com – Iftar di hotel bintang lima sering identik dengan hidangan Nusantara melimpah. Namun Four Seasons Hotel Jakarta memilih jalur berbeda. Tahun ini, momen berbuka puasa dirayakan lewat tema Italia Mediterania. Konsep iftar tersebut memadukan kehangatan tradisi Timur Tengah dengan kesegaran rasa pesisir Eropa Selatan. Hasilnya, pengalaman kuliner yang terasa akrab sekaligus mengejutkan.

Berlokasi di kawasan bisnis utama ibu kota, Four Seasons menghadirkan iftar bernuansa intim. Bukan sekadar deretan buffet panjang, tetapi rangkaian menu terkurasi yang menonjolkan kualitas bahan. Suasana elegan, cahaya senja menembus jendela besar, serta aroma rempah Mediterania menyatu dengan nuansa spiritual Ramadan. Iftar di sini terasa lebih seperti jamuan personal, bukan sekadar sesi makan bersama setelah menahan lapar dan dahaga.

Pesona Iftar Italia Mediterania di Tengah Ramadan

Konsep Italia Mediterania untuk iftar mungkin terdengar tidak biasa bagi sebagian orang Jakarta. Namun bila diperhatikan, ada banyak titik temu antara tradisi kuliner Mediterania dengan kebutuhan menu berbuka. Keduanya sama-sama menonjolkan kesegaran sayuran, minyak zaitun, serta hidangan laut yang ringan. Pendekatan serupa menjadikan peralihan dari puasa ke santap malam terasa lembut bagi pencernaan, tanpa mengorbankan kenikmatan rasa.

Four Seasons memanfaatkan karakter itu dengan mengkurasi menu iftar bernuansa Mediterania secara cermat. Mulai dari antipasti segar, sup lembut, hingga pasta dan sajian utama daging atau seafood. Setiap hidangan disusun agar ritme makan tetap terjaga. Saat azan berkumandang, tamu dapat memulai iftar dengan kurma, buah, dan minuman menyegarkan. Setelah itu, mereka perlahan bergerak ke hidangan hangat yang lebih berat, tanpa loncatan rasa berlebihan.

Dari sudut pandang pribadi, pendekatan seperti ini terasa relevan bagi gaya hidup urban Jakarta. Banyak orang menginginkan iftar yang tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga mendukung kebugaran tubuh selama Ramadan. Hidangan Mediterania di Four Seasons menawarkan kompromi menarik. Rasa tetap kaya, namun komposisi menu terasa lebih seimbang. Ada karbohidrat, protein, lemak sehat, juga serat, tersusun rapi dalam sebuah rangkaian makan santai di ketinggian kota.

Suasana Intim, Bukan Sekadar Buffet Ramadan

Salah satu daya tarik utama iftar di Four Seasons Jakarta terletak pada atmosfer ruangannya. Alih-alih suasana hiruk-pikuk seperti area buffet raksasa, ruang makan diatur lebih tenang. Jarak antarmeja cukup lapang, memudahkan percakapan pribadi tanpa terganggu keramaian. Hal ini penting, karena bagi banyak keluarga dan rekan kerja, momen iftar menjadi kesempatan berkumpul yang sulit diperoleh di luar Ramadan.

Dari sisi estetika, interior bergaya modern klasik berpadu dengan permainan cahaya hangat. Ketika langit mulai gelap, pantulan lampu kota memberi latar belakang dramatis di balik kaca. Nuansa itu membawa dimensi berbeda bagi iftar. Santapan terasa lebih eksklusif, tetapi tidak kaku. Saya melihat pendekatan ini sebagai upaya mengembalikan makna berbuka puasa. Iftar tidak sekadar makan besar, melainkan ritual pelan untuk menutup hari, merefleksikan diri, lalu merayakan kebersamaan.

Keintiman suasana juga mempengaruhi cara tamu menikmati tiap piring. Anda cenderung lebih pelan menyantap makanan, memberi ruang untuk benar-benar merasakan cita rasa Mediterania. Beda dengan suasana buffet besar, di mana tamu sering terdorong berkeliling meja saji, mengumpulkan banyak hidangan sekaligus. Di Four Seasons, momen iftar terasa seperti jamuan bertahap. Setiap hidangan mendapat panggung, sehingga pengalaman kuliner terasa lebih mindful dan berkesan.

Rasa, Tradisi, dan Makna Iftar di Kota Modern

Pada akhirnya, pengalaman iftar Mediterania di Four Seasons Hotel Jakarta menunjukkan bahwa tradisi bisa dirayakan secara kreatif tanpa kehilangan esensi. Sentuhan Italia Mediterania memberi perspektif baru terhadap cara berbuka di kota modern. Alih-alih hanya mengejar jumlah hidangan, fokus bergeser ke kualitas rasa, keseimbangan gizi, serta suasana hati saat bertemu keluarga dan sahabat. Di tengah ritme Jakarta yang cepat, format iftar seperti ini mengundang kita untuk menekan jeda, menikmati tiap suap, lalu mengingat kembali bahwa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar, melainkan juga tentang merawat kesadaran, rasa syukur, serta hubungan antarmanusia.

Sorry, no related posts found.